DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Rabu, 08 Agustus 2012

PESAN(TREN) KILAT

Pesan(tren) Kilat

Salah satu program sekolah yang hampir pasti selalu diadakan di Bulan Ramadhan adalah pesantren kilat. Hal ini berlaku dari SD/MI hingga SMA/MA. Pesantren kilat biasanya dilaksanakan selama beberapa hari. Tempatnya bisa di sekolah sendiri atau di luar sekolah seperti di pondok pesantren.


Model pengelolaannya pun beragam.
Ada sekolah yang mengurusi semua hal, baik akomodasi maupun jadwal dan pemateri. Ada juga sekolah yang “pasrah bongkokan” pada lembaga yang menawarkan untuk mengelola kegiatan tersebut. Sekolah cukup membayar biaya yang diperlukan dan semua kegiatan dikelola oleh pihak panitia.
Karena sudah menjadi program tradisi, maka greget dan makna pesantren kilat bisa jadi menjadi berkurang. Pesantren Kilat akhirnya sekedar menjadi parade ceramah yang berlangsung sambung menyambung.
Pesantren Kilat berubah menjadi penyampaian materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan secara cepat dan padat. Padahal secara efekifitas forum, jauh dari ideal. Satu pemateri harus mengelola lebih dari seratus peserta, bahkan hingga berjumlah dua ratus peserta. Di sisi lain, para peserta tentu mengalami kejenuhan dengan materi yang berjubel masuk ke dalam fikiran dalam waktu yang sangat singkat.
Dampak yang terjadi adalah, manfaat dari pelaksanaan pesantren kilat yang tidak terlalu kelihatan. Kalaulah ada, adalah manfaat dari sisi-sisi lain, di antaranya: siswa pernah belajar nyantri dengan menginap di pesantren atau di sekolah, keakraban antar siswa menjadi lebih kuat dan para siswa memiliki kegiatan refreshing di tengah padatnya agenda belajar di sekolah.
Adapun tujuan utama dari pesantren kilat seolah menjadi sesuatu yang sulit untuk dicapai. Sebenarnya apa latar belakang dan semangat yang ada dalam penyelenggaraan pesantren kilat tersebut? Dari berbagai pengalaman yang penulis lihat dan ikuti, sesungguhnya tujuan pesantren kilat bukanlah sekedar menyampaikan pesan-pesan agama secara kilat.
Pesantren kilat adalah sebuah momentum yang luar biasa, yang bisa merubah pola pikir dan sikap hidup seseorang. Disebut momentum yang luar biasa karena beberapa hal, yaitu: para peserta hanya mengikuti satu kali selama dia belajar di sekolah tersebut, dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah, dan para peserta dalam kondisi mental yang sangat baik karena sedang menjalankan ibadah puasa.
Penulis memimpikan banyak siswa setelah mengikuti pesantren kilat mengalami perubahan mendasar dalam hidupnya. Para siswi yang dulunya belum menutup aurat/berjilbab secara tertib menjadi terbuka hatinya untuk disiplin memakai jilbab. Para siswa yang dulunya tidak suka mengaji dan mendalami ilmu agama menjadi tergugah untuk rajin mendalami ilmu agama.
Dengan demikian pesantren kilat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi perjalanan hidup seseorang. Bahkan, akan ada siswa yang mengenang pesantren kilat selama hidupnya. Hal ini sangat mungkin terjadi ketika pesantren kilat mampu menjadi pintu hidayah bagi seseorang yang akhirnya merubah jalan hidupnya.
Tentu saja, untuk mencapai tujuan yang demikian luar biasa diperlukan pengelolaan pesantren kilat yang luar biasa pula. Kini, menjadi tugas kita sebagai pendidik untuk mencobanya. Man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh, pasti berhasil.

Dimuat di Kedaulatan Rakyat, edisi Rabu, 8 Agustus 2012 rubrik Pendidikan halaman 15. 

3 komentar:

  1. Luar biasa...maju terus Pak Adib!

    BalasHapus
  2. Betul Pak Adib, sanlat memang semestinya berkontribusi menjadi jalan hidayah bagi seorang manusia, bagaimana caranya, Pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru dibalas,... untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, tentu saja membutuhkan pengelolaan yang luar biasa pula. Dimulai dari memastikan tujuan sanlat yang luar biasa, rancangan materi dan kegiatan yang luar biasa,panitia yang luar biasa.
      Uniknya, untuk hal yang sedemikian luar biasanya itu, kita tidak harus menghadirkan orang-orang yang luar biasa. Kita cukup membutuhkan sebuah team kerja yang luar biasa.
      Lebih detilnya, semoga bisa kita diskusikan...atau semoga bisa saya tuliskan dalam kesempatan yang lain. Amin. Terima kasih.

      Hapus