DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Kamis, 24 Mei 2012

Rambu-rambu keluarga: Berhati-hati dalam Berkeluarga

Berhati–hati dalam Berkeluarga

Menurut Ustadz Cahyadi Takariawan, berdasarkan data  dari sebuah lembaga pemerintah, disebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir ini terjadi 2 juta pernikahan setiap tahunnya. Dan, dalam satu tahun pula terjadi 200.000 perceraian. Angka ini menunjukkan bahwa kasus perceraian besarnya 10% dari peristiwa pernikahan.
Menurut data itu pula, disebutkan dua faktor utama penyebab perceraian adalah faktor ekonomi dan perselingkuhan. Mengapa bisa demikian?

Faktor ekonomi di sini bukan berarti secara ekonomi keluarga yang bercerai itu kekurangan atau miskin. Faktanya banyak juga keluarga yang kaya namun juga mengalami perceraian.


Menurut Ustadz Cahyadi, yang menjadi masalah bukan jumlah finansial yang dimiliki keluarga. Melainkan sikap mental dari anggota keluarga terhadap kondisi ekonomi yang dimiliki.
Betapa banyak manusia yang memiliki kondisi fisik tidak sempurna, namun karena memiliki sikap mental yang sangat baik, bisa tetap berprestasi dan berkarya.
Orang yang ekonominya lemah namun apabila sikap mentalnya baik, akan bisa bertahan dengan kondisi yang dialaminya. Adapun orang yang ekonominya berlimpah, bisa jadi bingung mengelola ekonominya.
Faktor kedua perceraian adalah selingkuh. Siapa pihak yang paling bertanggung  jawab. Pihak lelaki atau pihak wanita? Selingkuh terjadi karena dua pihak. Pihak wanita bisa menjadi pemicu selingkuh karena cara berpakaian dan cara bergaulnya. Namun selingkuh tidak akan pernah terjadi ketika pihak lelaki tidak pernah menuruti,
Kuncinya adalah kesempatan dan kemauan. Jadi, kita harus menghilangkan kesempatan dan kemauan tersebut.  Wallahu a’lam bish-shawab.

(Catatan dari Kajian Ahad Pagi Masjid Al Furqon Gama Asri Turi, 6 Mei 2012) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar