DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Senin, 14 Mei 2012

Etika Bepergian


Etika Bepergian

Jatuhnya pesawat Sukhoy pekan lalu di Gunung Salak memberikan banyak hikmah kepada kita. Usia pesawat ternyata seperti usia manusia. Ada yang berakhir ketika telah berusia tua, namun ada juga yang hanya berusia pendek, sesaat setelah dilahirkan di dunia.

Berikut ini ringkasan materi “Etika Bepergian” yang disampaikan Ustadz Sarjono,S.Ag dalam Kajian Ahad Pagi Masjid Al Furqon, Perum Gama Asri, Donokerto, Turi pada tanggal 13 Mei 2012 pukul 06.00 – 07.00 WIB.

1.    Berwudhu
Diusahakan menjaga wudhu selama perjalanan. Rasulullah pernah bermimpi mendengar suara terompahnya Bilal di surga. Kemudian Rasul bertanya kepada Bilal amalan apa yang membuat beliau mendengar suara itu? Bilal menjawab bahwa beliau selalu menjaga wudhunya.

2.    Melaksanakan shalat sunat safar
Dilaksanakan sebelum berangkat sejumlah dua roka’at.

3.    Berdoa
Ada dua do’a yang bisa kita baca sebelum berangkat, yaitu doa bepergian: “Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaah, laa haula walaa quwwata illaa billaah”
dan do’a naik kendaraan:
“Subhaanalladzii sakh-khara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin, wainnaa ilaa robbinaa lamunqolibuun.”

4.    Berpamitan
Bisa berpamitan kepada keluarga yang ditinggal di rumah, atau dengan tetangga yang terdekat. Hikmahnya, orang atau tetangga yang dipamiti akan senang dan akan ikut menjaga rumah tersebut. Dalam istilah jawa: ora lehleh luweh (tidak cuek).
Dianjurkan pula bila setelah kembali dari bepergian, orang yang dipamiti tadi diberi oleh-oleh sekedarnya.

5.    Bersama teman
Sebaiknya mengajak teman, sehingga kalau ada masalah di perjalanan, ada orang yang bisa diajak musyawarah dan dimintai pertimbangan.

6.    Memilih pemimpin bila lebih dari dua orang
Disunahkan menunjuk seorang pemimpin rombongan perjalanan. Hal ini akan memudahkan perjalanan tersebut, karena ada orang yang mengarahkan dan bertanggung jawab.

7.    Membawa peralatan ibadah
Tidak lupa pula tetap menunaikan kewajiban shalat lima waktu. Allah SWT telah memberikan berbagai rukhshoh-keringanan, di antaranya boleh mengerjakan shalat dengan jama’ dan qashar. Wudhu bisa juga diganti dengan tayamum bila tidak ada air. Adapun Shalat bisa juga dikerjakan di dalam kendaraan dalam keadaan duduk.

8.    Berbuat kebajikan selama di perjalanan
Ada baiknya sebelum berangkat, menyiapkan beberapa lembar uang untuk berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan. Misalnya orang yang meminta-minta di jalan.

9.    Memperbanyak berdzikir
Diusahakan memperbanyak berdzikir. Misalnya membaca Allahu Akbar ketika jalanan menanjak dan membaca Alhamdulillah ketika jalanan menurun. Bisa juga dengan membaca Alq            uran.

10. Membawa kartu identitas
Kartu identitas atau KTP sangat membantu ketika kita mengalami berbagai hal di luar dugaan selama perjalanan.

11. Setelah pulang, menuju ke Masjid
Hendaknya setelah selesai perjalanan, menuju ke masjid untuk bersyukur dan bermunajat kepada Allah SWT.
Demikian beberapa etika bepergian yang perlu kita laksanakan. Kita hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin. Adapun kepastian itu datang dari Allah SWT. Yang terpenting bagi kita adalah berusaha melaksanakan etika bepergian dengan sebaik-baiknya.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar