DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Selasa, 08 Mei 2012

Drs. H. Dimyati

                     Drs. H. Dimyati
                              
Nama lengkap guru kita yang satu ini adalah Drs.H.Dimyati. Bapak guru kita yang bergolongan darah B ini  lahir di Tegal pada tanggal 16 April 1954. Sekarang beliau tinggal di Ngebel Gedhe, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Jabatan beliau sekarang adalah sebagai guru Pendidikan Agama Islam sekaligus Kepala Laboratorium Agama MTs N Sleman Kota. Pendidikan terakhir beliau adalah S1 yang diperoleh pada tahun 1986 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Membaca Al-Quran dan mengikuti pengajian merupakan hobinya.
Makanan favorit Drs.H.Dimyati adalah sayur asem yang sering dibuatkan oleh almarhumah istrinya, Ibu Sudiah B.A. Beliau  dikaruniai dua putri dan satu putra, yaitu: Mahmudah Dian Umama, Mahmudah Titi Muanifa, Kamal Abdul Basyir. Motto hidupnya ingin menjadi orang soleh. Pengalaman hidup yang paling berkesan bagi beliau adalah saat menjadi guru tidak tetap (GTT) selama sembilan tahun. Beliau  pernah meraih prestasi menjadi penghulu kecamatan di kabupaten Sleman. Diklat Penghulu dan Diklat Bahasa Arab adalah kegiatan besar yang pernah diikuti.
Beliau mengajar di MTs Sleman Kota ini sejak tahun 2008, yang semula beliau bekerja di KUA Kecamatan Turi. Sejak tahun 2010 beliau menjadi Kepala Laboratorium Agama.  Tugasnya adalah membimbing anak agar bisa membaca Al-Quran, sholat, dan adzan. Kendala yang dihadapi  adalah kekurangan tenaga pelaksana Laboratorium Agama. Menurut beliau akhlak siswa MTs N Sleman Kota sebagian besar sudah baik. Usaha untuk meningkatkan akhlak siswa adalah membina dengan penjelasan/pembinaan di dalam masjid ketika akan sholat jamaah.
Kegiatannya selain mengajar adalah membina masyarakat melalui forum pengajian.  Tujuannya adalah supaya masyarakat menjadi lebih baik dan lebih maju.
Kesan beliau mengajar di MTs N Sleman Kota ini terasa berat, karena masih banyak siswa yang belum bisa membaca Al-Quran dengan lancar. Pesan Pak Dimyati untuk para siswa adalah belajarlah selalu membaca Al-Quran/Iqra’ di mana saja dan kapan saja. Untuk kemajuan MTs ini beliau menyarankan untuk para siswa perlu diadakan diklat khusus membaca Al-Quran dan bimbingan ibadah. Menurut  Pak Dim buletin kota madinah sudah cukup baik.

Dimuat di Majalah MTsN Sleman Kota edisi 1/I/2012 

1 komentar:

  1. warga MTsN Sleman Kota8 Mei 2012 13.54

    Semoga Bapak Dimyati sehat selalu. Amin

    BalasHapus