DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Selasa, 17 April 2012

PANDAI MATEMATIKA DAN TIDAK LUPA SHALAT

Menarik sekali apa yang disampaikan Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah DIY, Bapak Sumedi,S.Pd,MA ketika memberi sambutan dalam pembukaan Olimpiade Sains Antar SDIT bulan Maret lalu di SMPIT Alam Nurul Islam Gamping. Hal pertama yang beliau sampaika kepada para peserta bukan tentang keunggulan sains atau kemampuan matematika, melainkan tentang ketertiban shalat wajib.
Hal ini mengingatkan kita semua yang hadir, betapa pentingnya kekuatan iman dalam dunia pendidikan. Tidak salah jika dalam menutup sambutannya, beliau mengingatkan semua peserta, bahwa setelah pulang dari event  tersebut, mereka diharapkan sudah bisa tertib melaksanakan shalat fardhu lima waktu.
Secara tidak langsung, Bapak Sumedi menyampaikan betapa kurang bermanfaatnya kehandalan dalam bidang sains, jika shalat wajib saja belum tertib dilaksanakan. 
 Jika dilihat secara lebih luas dalam masyarakat kita hari ini, apa yang disampaikan oleh Bapak Sumedi itu benar adanya. Setiap kita bisa menyaksikan betapa banyak orang pintar yang dengan kepintarannya bisa terampil melakukan kejahatan. Betapa banyak orang dengan kepandaiannya bisa mengumpulkan banyak uang dari jalan yang tidak dibenarkan syariat. 
Menjadi pekerjaan dan tanggung jawab kita semua sebagai warga sekolah untuk menyadari hal tersebut. Dengan kesadaran itulah, pendidikan agama yang juga otomatis mencakup pendidikan karakter menjadi hal yang paling utama di setiap lembaga pendidikan.
Kesadaran ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Kesadaran ini harus diiringi dengan langkah nyata di dalam keseharian proses belajar para siswa. Saya mengapresiasi sekolah, para guru dan pegawai, juga orang tua siswa yang telah secara nyata berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan iman dan karakter.
Alhamdulillah, kita bisa melihat dalam struktur kurikulum sekolah, porsi untuk pendidikan iman dan karakter sudah mendapatkan bagian yang besar. Ditambah lagi program-program penunjang seperti membaca Alquran sebelum pelajaran, pembiasan shalat Dhuha dan Dhuhur, dzikir setelah shalat, mabit, pesantren kilat dan program lainnya.
Kita perlu mensyukuri apa-apa yang telah bisa kita selenggarakan ini. Namun, perlu saya ingatkan jangan sampai semua program yang dirancang tersebut hanya berujung sebatas sampai berjalannya program tanpa ada evaluasi dan peningkatan kualitas. Memang benar bahwa karakter bisa dibangun dengan pembiasan kebaikan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus. Tetapi, membangun kesadaran dan penanaman iman juga harus mendapatkan porsinya dalam proses pembiasaan tersebut.
Misalnya untuk shalat Dhuhur, para siswa sudah tertib melaksanakan di sekolah. Namun bagaimana dengan shalat ‘Asyarnya di rumah? Apakah juga tertib? Atau dalam hal memakai busana muslim, para siswi telah dengan tertib menutup aurat saat belajar di sekolah. Namun, bagaimana ketika bermain dengan teman di kampung atau pergi keluar rumah? Apakah sudah merasa malu bila tidak memakai kerudung?
Menjadi PR bagi kita semua, baik guru maupun orang tua untuk menjawab pertanyaan itu. Kuncinya adalah usaha yang terus menerus tanpa kenal lelah dan dukungan yang kuat dari orang tua terhadap apa-apa yang telah diterima dan dilaksanakan anak di sekolah. Mari, bersama-sama kita berjuang menghadirkan pendidikan yang berkualitas, baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan di rumah dan masyarakat.
Semoga Allah SWT meridhoi amal usaha kita. Salam kemajuan. Amin.          

* Dimuat di buletin Wal 'Ashri SDIT Bakti Insani Sleman edisi Senin, 16 April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar