DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Minggu, 19 Februari 2012

Buletin MTsN Sleman Kota - Edisi 4


KOMENTAR :
Kami sangat mendukung ‘lahirnya’ media Kom-info MTsN ini, dan mohon tambah halaman khusus untuk bunda, yang berisi pesan-pesan, nasihat, maqalah atau resep sederhana. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan. Syukron. (Bunda Nisa, telp (0274)  6620711)

 
 
PS MASKOT MASUK PAPAN ATAS LPI
INI MTSN SLEMAN KOTA BUNG!

 

PS Maskot yang sukses masuk 4 besar LPI Sleman 2011

Man Jadda wa jada. Allahu Akbar. Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kabupaten Sleman tahun 2011 baru saja berakhir. Ajang bergengsi kompetisi sepak bola antar sekolah ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman di stadion Tridadi Sleman. LPI diikuti oleh berbagai sekolah, termasuk MTsN Sleman Kota.
PS Maskot, kesebelasan milik MTsN Sleman Kota, mampu menunjukkan kelasnya. Pada babak perempat final, PS Maskot mengalahkan Kesebelasan SMPN 2 Ngaglik dengan memasukkan enam gol tanpa  balas. Tiga gol di antaranya dicetak oleh kapten tim, Mas Rizal siswa Kelas VIII B. PS Maskot pun melenggang ke babak semi final.
 Di babak semi final, PS Maskot berhadapan dengan SMPN 3 Sleman. Setelah berjuang dengan maksimal, pertandingan ini berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan SMPN 3 Sleman. Kemudian pada babak final memperebutkan juara III, PS Maskot belum beruntung. Meskipun memiliki banyak peluang emas, tiga di antaranya membentur tiang gawang, skor berakhir tipis 1-2 untuk SMPN 1 Berbah.
 LPI telah berakhir. PS Maskot meraih sukses masuk papan atas di Kabupaten Sleman. Mereka membawa pulang trophy dan uang pembinaan 1 juta rupiah. Sebuah prestasi yang sangat tinggi dalam dunia sepak bola pelajar. Mampukah tahun depan PS Maskot menjadi jawara, merebut scudetto? Rebutlah dengan latihan yang keras sejak hari ini. Ini MTsN Sleman Kota, Bung ! Man jadda wa jada. (Dhika VII F, Rizki VII F, Miftakhur VII F)   

 

 

SOSOK

MBAK WIDYANA IKUTI JAMBORE NASIONAL

Menyenangkan, begitulah kesan Mbak Widyana, pelajar Kelas IX C MTsN Sleman Kota yang baru saja mengikuti Jambore Nasional (JAMNAS) di Palembang. Mbak Widyana, lahir di Sleman, 25 Juni 1997 dari pasangan Sugeng dan Wijirianti, menjadi duta dari Kabupaten Sleman bersama 30-an aktifis Pramuka yang terpilih setelah melalui seleksi ketat. Jamnas ini dilaksanakan pada tanggal 2–9 Juli 2011 di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka berangkat dengan naik bus dan menyeberang Selat Sunda dengan kapal laut.

Selama jambore, kakak kita yang hobby olah raga dan membaca ini mengikuti berbagai macam kegiatan, di antaranya : mountainering (permainan bergelantungan dengan tali), games, PPPK, sandi dan isyarat, serta mendapat materi tentang energi terbarukan. Siswi yang beralamat di Sanggrahan, Tlogoadi, Mlati ini merasa dapat menambah pengalaman dan teman baru selama mengikuti Jamnas. Kini, sang ketua OSIS dan juara kelas tersebut telah kembali ke MTs untuk berjuang meraih mimpi berikutnya, sukses UN 2012. Selamat dan sukses untuk Mbak Widyana dan seluruh kelas IX. (Eni dan Danaswati kelas VII F)


CAKRAWALA
Talenta yang Beruntung
Oleh : Adib Nur Aziz,S.Si, pembina jurnalistik MTsN Sleman Kota

Beruntunglah Mas Rizal, Mas Johan, Mas Ferian dan teman-temannya bersekolah di MTsN Sleman Kota. Talenta sepak bola mereka akhirnya dapat terbangun dan tersalurkan dengan sangat baik. Ekstrakurikuler sepak bola yang dipenuhi peminat, harus mengadakan seleksi. Mereka pun “berani” untuk mengikuti seleksi dan akhirnya terpilih sebagai salah satu anggota skuad PS Maskot, kesebelasan kebanggaan warga MTsN Sleman Kota.
Keberanian, semangat dan talenta mereka menemukan momen yang sangat tepat. Liga Pendidikan Indonesia (LPI) digelar. Di bawah bimbingan Pak Agus dan Pak Asmoro, PS Maskot menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan. Persiapan dan latihan dilakukan dengan antusias. Pagi hari menjelang pertandingan pun, para pemain dan pelatih masih sempat mengadakan briefing, mengatur strategi perang di ruang Laboratorium IPA. Tidak main-main,  skema dan tugas satu per satu pemain diatur di papan tulis.
Hasilnya luar biasa. PS Maskot mampu menembus papan atas, meraih posisi empat besar se-Kabupaten Sleman. Mereka pun membawa pulang trophy kejuaraan dan uang 1 juta rupiah. Beritanya dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat. Otomatis, nama MTsN Sleman Kota pun meroket menjadi salah satu sekolah yang harus diperhitungkan. 
Sepak bola memang indah. Bola yang bundar bisa menggelinding ke mana saja. Membuat banyak kemungkinan bisa terjadi dari sebuah tendangan. Apalagi, tendangan dari seorang pemain yang penuh dengan talenta. Sebuah tendangan akan menjadi sebuah atraksi yang memikat. Itulah sebabnya orang suka bola. Dari kaki pemain bertalenta, gol–gol indah tercipta. Operan bola dari kaki ke kaki adalah orkestra yang dahsyat menuju satu titik, gol.
Beruntunglah manusia, karena setiap orang dikarunia Allah dengan talenta. Namun, lebih beruntung, mereka yang sadar, kemudian merawat, mengembangkan dan mampu menggunakan talentanya dengan sebaik-baiknya. Dan tentu, jauh lebih beruntung lagi, mereka yang berkesempatan mendapatkan bimbingan seorang guru untuk menjadikan talentanya sebagai sebuah prestasi besar dan mengabadi bagi kehidupan pribadi dan masyarakatnya.

OPINI

MENGAPA MENCORET MEJA KURSI?
Apa gunanya mencorat-coret meja dan kursi. Hal itu hanya akan merusak meja dan kursi, Selain itu, mencorat-coret meja kursi juga bisa mengotori baju, ketika kita meletakkan lengan baju di atas meja yang di corat-coret dan saat itu kita memakai baju putih-putih. Akibatnya lengan baju kita menjadi kotor. Lagi pula, apa tujuan mencorat-coret meja dan kursi. Ini perbuatan yang tidak baik. Kita harus menjaga kebersihan kelas kita. Marilah kita jadikan MTsN Sleman Kota maju dengan memulai tidak mencorat-coret meja dan kursi. (Ahmad Zaini Adnan Kelas VII F)

DISIPLIN MENGERJAKAN PR
Sebenarnya untuk menjadi murid yang disiplin itu tidak lah susah. Salah satu kedisiplinan di sekolah itu contohnya adalah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di rumah bukan di sekolah. Sebab, jika dikerjakan di sekolah itu merupakan perbuatan yang tidak baik. Hal itu akan menimbulkan kebiasaan yang jelek. Kita bisa dihukum untuk tidak mengikuti pelajaran bila tidak mengerjakan PR, bahkan akan mendapat poin kesalahan. Oleh karena itu jika kita ingin menjadi anak yang disiplin kita harus patuh terhadap peraturan sekolah, termasuk tertib mengerjakan PR di rumah.  (Diah Inayati Kelas VII F)

AYO RAJIN MENULIS!
            Kenapa sekarang banyak anak sekolah yang malas menulis, padahal menulis itu menyenangkan..Seperti menulis pada saat diterangkan guru dan menulis di buku catatan harian. Menulis bisa dijadikan kegitan untuk mengisi waktu kosong  Menulis juga bisa dijadikan sarana belajar dan latihan untuk memperlancar kita dalam menulis dan memperbaiki tanda baca yang tepat. Tetapi ingat, jangan sekali-kali menulis di tembok atau di meja karena bisa mengotori lingkungan .
             Mari kita membiasakan diri untuk menulis, Banyak orang dengan  menulis menjadi sukses  seperti rajin menulis seseorang menjadi sastrawan menjadi seniman. Mulailah dari saat ini kita membiasakan untuk tidak malas menulis. (Rahmat Yulianto Kelas VII F)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar