DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Sabtu, 14 Januari 2012

Selamat datang Ramadhan: Ramadhan Bagi Mereka

RAMADHAN BAGI MEREKA


Menjalani ramadhan adalah menjalani sebuah perlombaan. Ada banyak hal yang harus mereka menangkan. Seorang ibu yang lumayan sibuk bekerja di siang hari, menyempatkan melakukan tarawih keliling bersama suami dan anak-anaknya di masjid-masjid besar. Mereka tampak akrab diliputi wajah yang cerah seakan ramadhan adalah milik mereka. Bagi mereka, itulah saat-saat bahagia di tengah keluarga, sebah suasana yang jarang mereka miliki di tengah kesibukan semua anggota keluarga. Ada saatnya berbagi kasih sayang dengan anak-anak dan keluarga.


Atau seorang bapak yang di bulan ramadhan terkadang malah pergi meninggalkan keluarga, karena harus mengisi kultum tarawih atau kajian buka puasa remaja di tempat-tempat yang jauh, melayani permintaan kaum muslimin yang haus siraman rohani. Dengan motor dan bensin sendiri, melewati jalanan di malam hari diiringi hawa dingin yang menusuk tulang. Bagi mereka, itulah saat-saat bahagia meninggalkan keluarga untuk keperluan agama dan dakwah. Ada saatnya berbagi ilmu dengan kaum muslimin yang lain.

Sementara di tempat lain, sebagian anak muda yang sadar akan agamanya, dengan seangat yang tinggi menjadi panitia dan pemandu sebuah pesantren kilat di sebuah SMA. Dengan antusias dan penuh semanagt, mereka mengelola kegiatan itu. Kerjasama yang baik, persiapan dan rapat-rapat yang intensif, itulah saat-saat bahagia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kelahiran generasi baru yang lebih baik.

Seorang ibu baru saja mendapatkan uang tunjangan hari raya dari suaminya. Namun, uang itu tidak semuanya dibelanjakan. Beberapa lembar ratusan ribu ia sisihkan. Ia infakkan di panitia zakat dan infaq. Sebagian lagi dipecah menjadi uang sepuluh ribuan. Pada hari berikutnya, di saat orang-orang tidak memperhatikannya, ia mengunjungi sepuluh tetangga di kampungnya dan menyerahkan uang sepuluh ribu.ada yang janda, ada nenek yang sudah sangat renta, ada juga keluarga yang miskin. Sederhana sekali alasannya, bahwa ramadhan adalah saat yang tepat mensucikan harta dan penghasilan keluarga. Karena, dalam harta itu, ada hak bagi mereka yang membutuhkan. Begitu ringan ia melangkah dan yakin.


Sebagian yang lain sibuk mengajar TPA setiap sore hari, sebagian yang lain sibuk menyiapkan konsumsi untuk takjilan di masjid. Ada yang sibuk mengurusi tadarusan setelah shalat tarawih. Ada yang sibuk mencari pembicara kultum shubuh. Ada yang sibuk menjadi panitia zakat, ada yang sibuk mengurusi acara takbir keliling. Ada yang rutin bangun setiap jam 3 pagi membangunkan ornag-orang yang terlelap tidur. Ada yang tersedu-sedu di tengah sujud shalat tarawih menjelang sahur menyesali dosa-dosanya. Ada yang berjuang keras membaca Qur’an setiap hari minimal 1 juz. Ada yang bertekad mengikuti jama’ah tarawih dan shubuh sebulan penuh di masjid.

Beberapa hari lagi, akankah mereka akan menemui hari-hari indah itu???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar