DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Sabtu, 14 Januari 2012

Para Guru SDIT Bakti Insani Ikuti Studi Banding dan Outbound

Alhamdulillah, pada hari Selasa kemarin, saat para siswa berlibur di rumah, para guru dan karyawan SDIT Bakti Insani yang berjumlah 18 orang mengikuti kegiatan studi banding dan out bound. Kegiatan yang telah diprogramkan di awal tahun ajaran ini akhirnya dilaksanakan kemarin sejak pukul 08.30 hingga 15.30 WIB dengan mengunjungi tiga lokasi. Ketiga lokasi itu adalah SDIT Alam Nurul Islam di Gamping, SMPIT Ihsanul Fikri di Mungkid, Magelang dan Situs kuno prasasti Canggal, 2 km di selatan pertigaan Semen, Salam, Magelang.

Pada tujuan yang pertama, yaitu di SDIT Alam Nurul Islam, para guru diterima oleh kepala sekolahnya, Ustadz Hamdan, didampingi kepala sekolah Sekolah Alam lanjutan Yogyakarta (setingkat SMPIT) dan pelaksana harian yayasan Nurul Islam. SDIT ini sudah terakreditasi A pada tahun 2007. Pada tahun itu juga, SDIT Alam Nurul Islam menduduki rangking I hasil UASBN se-kecamatan Gamping.

Ciri khas SDIT ini dibandingkan dengan SD lain adalah bentuk gedungnya yang terbuka dan siswa duduk dengan lesehan. Selain itu lokasi sekolah yang sangat luas dan didukung dengan arena outbound yang lengkap. Betah rasanya belajar dalam suasana sejuk seperti itu. Ustadz Hamdan menyampaikan bahwa penekanan pendidikan di SD-nya adalah pada pembentukan karakter. Mulai tahun ini, Yayasan Nurul Islam akan membuka sekolah lanjutan setingkat SMP dengan konsep fullday. Melihat konsep dan ide dari para konseptornya, yang sebagiannya merupakan kumpulan para doktor di UGM, sekolah lanjutan ini akan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Yogyakarta. Khabarnya, Mas Alfian Nursalim, finalis olimpiade IPA tingkat DIY dari SDIT Bakti Insani akan melanjutkan belajar di sekolah unik ini.

Dari Gamping, rombongan guru meluncur ke SMPIT Ihsanul Fikri, di Pabelan, Mungkid, Magelang. Kesan pertama saat rombongan tiba di saat Dhuhur adalah gedung yang megah berlantai dua dengan lahan yang sangat luas, seluas 26.000 meter persegi. Setelah shalat Dhuhur, rombongan diterima oleh Kepala Sekolah, Ustadz Mukhtar dan ketua yayasannya, Ustadz Hanafi selama satu jam. Hal – hal yang disampaikan antara lain, prestasi sekolah menjadi peringkat ke-5 dari 199 SMP di Magelang pada UASBN tahun 2008 dan persiapan menjadi rintisan sekolah Berstandar Internasional pada tahun ajaran mendatang. Lulusan SMPIT Ihsanul Fikri selain sukses dalam UASBN, juga diharapkan memiliki karakter yang baik dan mampu menghafal 3 juz Alquran.

SMPIT ini telah meluluskan 4 angkatan dan menggunakan sistem boarding/pesantren. Para siswa diperbolehkan pulang setiap sebulan sekali selama satu hari. Saat ini siswanya berjumlah 270-an orang. Sebuah profil sekolah Islam Terpadu tampak kelihatan di sekolah ini, yang didukung oleh para donatur, masyarakat dan pemerintah. Saat ini saja, SMPIT Ihsanul Fikri sedang membangun gedung berlantai dua yang rencana akan digunakan sebagai laboratorium komputer dan ruang sidang. Setelah mengikuti penjelasan dari tuan rumah, para guru diantar mengelilingi lokasi sekolah.

Setelah cukup, rombongan Bakti Insani meninggalkan SMPIT Ihsanul Fikri sekitar pukul 13.40 WIB dan berangkat menuju lokasi outbound. Rombongan tiba dan transit di sebuah musholla untuk makan siang. Setelah dirasa cukup, seluruh rombongan berangkat menaiki bukit –gunung wukir- dengan diantar oleh pemandu sekaligus juru kunci lokasi. Dengan penuh semangat, para guru menaiki tangga– tangga tanah, menyusuri bukit yang amat penting bagi sejarah bangsa Indonesia ini. Akhirnya, sampailah rombongan di atas bukit, dan tampaklah sebuah situs peninggalan nenek moyang bangsa kita. Di pinggir lokasi, dipasang papan pengumuman yang berisi keterangan seputar situs. Di tempat inilah, ditemukan prasasti Canggal yang dibuat pada awal abad ke-8. Sebuah peninggalan yang telah berusia 1200 tahun masih ada di lokasi ini.

Setelah cukup menikmati suasana di puncak bukit wukir dan mengambil gambar untuk dokumentasi, para guru pun kembali menuruni bukit. Kembali para guru menelusuri rimbunya bukit dan menikmati kesegaran alami. Akhirnya tepat adzan ‘Asyar, para guru tiba kembali di kaki bukit. Selesai sudah kegiatan singkat jelajah alam di bukit wukir. Para guru akhirnya kembali ke kota Sleman dengan menggunakan tiga mobil yang dipakai sejak awal keberangkatan. Kota Sleman kembali membuka pintunya, saat para guru melewati Jembatan Krasak. Sekitar pukul 15.30 WIB, para guru tiba di sekolah dengan selamat. Semoga, kegiatan ini menghadirkan banyak manfaat bagi kemajuan sekolah. Sampai jumpa pada studi banding dan outbound guru yang akan datang di tahun 2010, insyaa-allaah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar