DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Senin, 09 Januari 2012

Menuju Kematangan

Saya bersaksi bahwa tidak ada Dzat yang berhak disembah kecuali hanya Allah SWT. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang terakhir. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Qudwah (teladan) kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan seluruh pengikutinya yang terus menanamkan, menumbuhkan dan membangun fikrah Islam yang sempurna kepada setiap manusia hingga akhir zaman. Amin.

Saudaraku yang dicintai Allah.

Salah satu hal penting yang perlu kita ketahui tentang tujuan tarbiyyah Islamiyyah (pendidikan Islam) adalah kematangan. Dalam ilmu fiqih, manusia-manusia yang sudah baligh. Perbedaan yang mendasar dari keduanya adalah tanggung jawab. Ketika seorang muslim telah memasuki masa baligh, maka segala kegiatan hidupnya telah dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Kapan seorang muslim memasuki masa baligh? Rata-rata mulai usia 10 tahunan. Karena itulah mengapa Rasulullah SAW amat menganjurkan agar anak-anak kita sudah harus wajib secara tertib pada usia itu. Tertib dalam arti genap lima kali sehari, atas kesadaran sendiri dan baik dalam pelaksanaanya. Dan pada usia ini pula, fisik manusia juga mengalami perkembangan-perkembangan.

Saudaraku. Bagaimana dengan anak-anak umat Islam hari ini? Masyaallah. Bahkan, seorang muslim yang telah sekolah di SMA sealipun belum tentu genap shalat wajib lima kali sehari. Kita tidak akan menyalahkan siapa-siapa. Kehadiran kita di dunia ini tentu akan lebih berarti ketika kita memberikan solusi konkret atas permasalahan umat ini. Mengapa ini terjadi? Perkembangan fisik mereka, perkembangan informasi yang mereka terima, tidak diiringi dengan kematangan jiwa. Boleh jadi seseorang sudah berusia SMA, tetapi sifatnya masih kekanak-kanakan. Belum tampak sikap kedewasaan pada dirinya.

Saudaraku yang kami hormati.

Tarbiyyah Islamiyyah sesungguhnya memperhatikan semuanya ini. Bisa jadi kita pernah menjumpai, seorang anak lebih suka bermain dan berbincang dengan orang yang lebih tua. Atau seorang anak yang nada bicaranya, kosa kata yang diucapkannya sudah berbeda dari teman-teman seusianya. Ada juga seorang anak yang sudah rajin ke masjid dengan kesadaran sendiri. Bisa jadi itu adalah tanda ia sudah menuju kepada kematangan jiwanya.

Kematangan jiwa itu pula yang menjadi salah satu titik tekan kita di sekolah ini. Siswa diharapkan sudah shalat tertib mulai kelas 4. Siswa diharapkan bersikap dewasa secara lebih cepat. Inilah tujuan tarbiyyah kita.

Saudaraku rahimakumullah.

Tarbiyyah Islamiyyah telah memberikan bukti. Usamah bin Zaid telah diamanahi memimpin pasukan perang pada usia 16 tahun. Imam Syafi’I telah mulai didengar kata-katanya oleh kaum muslimin pada usia belasan tahun.

Bagaimana dengan anak-anak kita? Sudahkah kita merasakannya? Bahwa mereka lebih cepat dewasa, mereka lebih cepat matang dari teman-teman seusianya? Semoga Allah mengabulkan harapan dan permohonan kita. Amin.

Jika anak dididik dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Jika anak dibesarkan dengan pangkuan, ia beljaar mengenali tujuan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri. Jika anak dibesarkan dengan iman, ia belajar menuju kematangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar