DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Sabtu, 14 Januari 2012

Mengikuti Kebangkitan

Bismilaah, alhamdulilaah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada murabbi (pendidik) terbaik sepanjang jaman, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, shahabat dan seluruh pengikutnya. Amin.

“Kenangan sejarah itu kembali menggugah saat pintu Istambul terbuka dengan senyumnya yang sumringah. Semua buku-buku yang pernah bercerita tentang masa-masa emas kejayaan Khalifah Islamiyyah seolah terpampang. Lembar demi terlukis jelas di taman-taman luas sekitar masjid biru, di masjid sulaiman, di istana tapkapi, atau dalam tentangan dua kilometer jembatan gantung Muhammad Al Fatih. Kisah-kisahnya bagai terpahat dan terukir dalam wujud relief-relief setiap liko kota Istambul.” *)

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Janji Allah SWT pasti benarnya. Nubuwat akan bangkitnya kejayaan Islam setelah surut pasca zaman khulafaurrasyidin dan khilafah Islamiyyah dan keniscayaan. Empat belas abad setelah Nabi wafat bukanlah waktu yang pendek. Islam pernah menjadi pemimpin dunia selama berabad-abad. Dan akan kembali naik berjaya setelah sampai ke masa dunia yang paling suram. Apa yang kita saksikan hari ini membuktikan sebagiannya. Memang dunia hari ini masih menawarkan kehidupan yang hedonis dan materialis. Sehingga kualitas manusia hanya diukur dan ukuran-ukuran fisik. Pemilihan mis universe contohnya. Namun, itu hanya akan semakin memicu kebangkitan Islam. Bahwa semakin dihalangi, semakin disaingi, maka Islam akan semakin cepat berjaya.

Saudaraku,

Maka kita lihat di dunia yang lain. Ada begitu banyak remaja putri dan muslimah berkerudung rapat dengan sikap santun. Mereka bukan orang-orang sembarangan. Sebagian mereka adalah para pelajar, mahasisiwa dan aktivis kampus. Sebagian lagi telah berprofesi sebagai dokter, guru dosen, ustadzah dan pengusaha juga sebagai ibu-ibu muda rumah tangga muslim. Kita saksikan mereka di mana-mana. Di jalan-jalan, di rumah sakit, di pasar, apalagi di kampus dan masjid-masjid, adalah barak-barak perkumpulan mereka.

Padahal, lima belas tahun yang lalu semua masih gelap. Bahkan tidak sedikit pelajar putri SMA yang harus pindah sekolah hanya karena dilarang kepala sekolahnya berjilbab. Orang tua siswa bahkan sampai perlu dipanggil ke sekolah hanya karena masalah kerudung. Padahal kepala sekolahnya juga beragama Islam. Sungguh ironi. Islam terkubur di negerinya sendiri. Tidak sedikit yang masalahnya sampai pengadilan. Namun semuanya berakhir sejak turunnya surat keputusan bersama menteri untuk membolehkan jilbab di sekolah pada tahun 1990. Maka baru lima belas tahun asaja, orang sudah lupa sejarahnya. Wanita muslimah kini bebas berjilbab, tanpa tahu sejarah para pahlawan pendahulunya yang harus berkorban perasaan, pindah sekolah dan berurusan di pengadilan.

Mereka hanya sebagian kecil dari tanda-tanda zaman. Bahwa generasi baru itu, sbagai hasill konkrit dari proses tarbiyyah Islamiyyah yang integral, telah lahir di tengah-tengah kita. Mungkin ia adalah saudara kita, teman atau tetangga kita. Boleh jadi kita blelum menyadarinya. Namun kita baru akan merasa kehilangan ketika merka pergi atau pindah. Karena merekalah yang hari ini giat mengelola TPA, membina anak-anak muda Islam di sekolah dan kampus, dan meramaikan masjid-masjid dengan seabrek kegiatan pendidikan dan aksi-aksi sosial.

Saudaraku semua yang kami hormati,

Saya ingin mengatakan bahwa kebangkitan Islam itu telah nyata di depan kita. Adapun fenomena jilbab adalah salah satu indikasinya. Karena tidak ada yang menyangka di negeri ini akan lahir generasi baru itu, yang mulai muncul di awal tahun 1990-an.

“Terus terang, tetap masih ada rasa kebanggan dari sisa-sisa sejarah di sini. Bahwa peninggalan Islam di kawasan Eropa yang bernama negeri Turki, bukti-buktinya dengan jelas seoalh bercerita. Akan tetapi supra struktur Islam memang hancur sempai ke akar-akarnya. Tinggalah geung-gedung sulthan yang menyimpan kenangan bersejarah. Usah ditanya di mana syakhsiyah Islamiyyah (generasi Islam yang unik), keluarga-keluarga muslim dan masyarkat Islami. Dia hanya tinggal di lorong-lorong budaya dan di sebagian orang tua yang bermantel tebal, sambil terbungkuk berjalan menuju ke masjid untuk shalat subuh. Apalagi dualah (negara yang baik), bahkan berjilbab pun dilarang perlemen (DPR) sekalipun ia seorang muslimah.” *)

Saudaraku di jalan Allah,

Ibroh bagi yang masih hidup, bahwa mempertahankan wujud Islam dengan tarbiyyah Islamiyyah adalah cara yang ampuh membangun dan mempertahankan ruh-ruh Islam. Dan sepertinya, kebangkitan kemabli Islam itu tidak dimulai dari pusat di Turki, melainkan dari negeri di Timur, bernama Indonesia. Semoga.

*) Ustafdz Ir. H. Tifatul Sembiring, di majalah Saksi no 16 tahun 2005.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar