DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Senin, 09 Januari 2012

Memandang Kejadian

Dalam penggalan kisah yang sangat terkenal, Laila dan Majnun, diceritakan dalam sebuah perjamuan, para tamu harus antri untuk mengambil hidangan. Laki – laki mendapat jatah lebih dahulu, sedangkan yang wanita menunggu kemudian. Ketika tiba giliran Majnun, ia mengambil satu piring kemudian diberikannya kepada Laila. Tidak disangka, Laila menerima piring itu kemudian menjatuhkan ke lantai, sehingga pecah berkeping – keping. Kontan saja, para tamu yang melihat menertawakan Majnun, sambil menyimpulkan bahwa Laila sudah tidak mencintainya. Namun, yang terjadi kemudian adalah, Majnun kembali antri untuk mendapatkan piring kembali. Laila berkata, ” Saya sengaja memecahkan piring itu, agar saya dapat bertemu kekasihku kembali nanti saat ia membawakan piring untukku. ”

Boleh saja orang lain melihat apa yang sedang dialami seseorang adalah sebuah mushibah. Namun, belum tentu itu dirasakan oleh pelakunya. Boleh jadi, kejadian yang awalnya disangka mushibah, ternyata adalah sebuah kebaikan bagi para penerimanya. Sepertinya halnya tahapan – tahapan hidup yang dialami para pahlawan. Orang lain memandang dan merasakan betapa berat jalan hidup yang harus dilalui para pahlawan dan keluarganya. Namun, tidak demikian dengan apa yang dirasakan dalam jiwa - jiwa pahlawan itu. Sangat boleh jadi, hati mereka penuh bersamaan dengan tetes – tetes keringat yang bercucuran dalam perjuangannya, jiwa mereka berbunga – bunga ketika sebuah tantangan besar baru saja diatasi, dan keluarganya begitu tentram dan damai pada saat ia harus meninggalkan rumah untuk melanjutkan garis hidup kepahlawanan.

Ketika sudah sangat lama tidak turun ayat, Nabi Muhammad SAW diejek oleh orang – orang kafir, bahwa Muhammad telah ditinggalkan dan dibenci oleh Tuhannya. Namun, Allah SWT kemudian menjelaskannya dalam Surat Adh Dhuha : ” Demi waktu dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak pula membencimu, dan sungguh, yang akhir/kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.”

Awalnya ia adalah yatim piatu, kemudian ditinggal kakeknya. Namun akhirnya, Muhammad menjadi orang yang paling berpengaruh di dunia saat ini. Muhammad menjadi penutup para Nabi dan Rasul.

Selamat hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mari kita sambut masa depan dengan penuh optimis, persangkaan yang baik kepada Allah SWT, dan pikiran yang positif. Selamat meraih masa depan yang lebih baik. Semoga, apapun masa lalu kita, membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar