DARI LERENG MERAPI, KAMI SAMPAIKAN SELAMAT DATANG. SELAMAT DAN SEMANGAT BERKARYA.
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN BERHASIL

Apakah Saudara suka dengan blog ini?

Sabtu, 14 Januari 2012

Bangunan Islam

Bimillah, alhamdulillah. Segala puji hanya bagi Allah SWT, Dzat Yang Mencipta, Mengatur, dan Memelihara alam semesta beserta seluruh isinya, Dzat yang haq (benar) untuk disembah, dicintai, ditakuti dan dijadikan tempat meminta pertolongan. Shalawat dan salam semoga senantiasa terurah kepada murabbi (pendidik) terbaik sepanjang jaman, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, shabat dan selutuh pengikutnya yang sungguh-sungguh mengikuti sunnahnya, dan semoga kita semua termasuk di dalamnya. Amin.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Islam itu seperti sebuah rumah. Dia memiliki pondasi, tiang, dinding dan atap. Tidak akan disebut bangunan, jika ia hanya berupa pondasi. Juga bukan disebut rumah, bangunan yang tidak mempunyai atap. Selutuh syarat itu perlu ada untuk menjadi sebuah rumah. Juga, karena kalaulah ada, rumah yang dibangun tanpa memenuhi persyaratannya, maka akan membuat tidak nyaman siapa saja yang menempatinya. Rumah yang didirikan tanpa pondasi, akan rawan roboh saat terkena angin atau banjir. Rumah yang dibangun tanpa dinding akan membuat suhu amat dingin di malam hari. Rumah yang dibangun tanpa atap, akan membuat basah seluruh isi rumah saat hujan turun.

Saudaraku semua yang kami hormati,

Pondasi bangunan Islam adalah AQIDAH. Ia adalah keyakinan yang menghujam di dalam hati terhadap kebenaran Islam. Ia secara total keesaan dan jemaha-kuasaan Allah SWT, adanya malaikat, kebenaran ajaran yang disampaikan oleh para rasul, sucinya kitab-kitab Allah, kepastian hari kiamat, juga beriman kepada Takdir Allah SWT. Ia juga meyakini adanya jin, surga dan neraka, juga pahala dan azab. Ringkasnya adalah benar-benar mengucap dan mengimani dua kalimat syahadat.

Saudaraku di jalan Allah SWT,

Kekuatan aqidah ini adalah rahasia setiap orang. Kita tidak dapat mengetahui secara langsung seberapa tebalkah aqidah, keyakinan seseorang. Namun kita dapat melihat tanda-tandanya. Tiang sebuah rumah adalah SHALAT, lebih umumnya adalah IBADAH. Ia adalah perwujudan nyata dari kekuatan aqidah seseorang. Orang yang meyakini kemaha-kuasaan Allah tentu akan menyembah-Nya dengan mendirikan shalat lima waktu sehari. Orang yang mengimani kebenaran kitab Alqur’an tentu akan berusaha belajar membaca dan mengamalkan isinya.

Dinding dari bangunan Islam adalah MUAMALAH DAN AKHLAQ. Ia adalah perwujudan kekuatan aqidah dalam kehidupan keseharian. Baiknya cara berhubungan seseorang dengan orang lain, menunjukkan betapa kuatnya aqidah seseorang itu. Pengertian muamalah dan akhlaq di sini adalah pengertian dalam arti yang luas. Karena ia berupa sistem hidup, yang tentu menyentuh seluruh bidang sisi kehidupan manusia. Ia akan bermuamalah dan berakhlaq Islam dalam bidang ekonomi, bidang sosial, bidang budaya, politik, hukum, pendidikan dan kesehatan.

Saudaraku,

Adapun atap bangunan Islam adalah DAKWAH. Bukankah shalih saja tidak cukup untuk menjadi manusia yang beruntung. Karena Allah SWT juga mensyaratkan orang-orang beruntung itu harus saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (QS. Al ‘Ashr: 1-3). Dakwah adalah usaha konkritnya. Ia adalah bentuk kerja mengajak orang lain kepada Allah, kepada kebenaran. Ia mendorong dan membawa orang lain dari tidak baik menjadi baik. Dari baik menjadi lebih baik.

Dan dakwah bukan hanya menjadi milik para kyai, ustadz atau ulama, sedangkan kita tidak terbebaninya. Karena dakwah tidak identik dengan ceramah, khotbah atau pengajian. Itu hanyalah salah satu bentuk dakwah. Dakwah juga bisa dilakukan dengan tulisan, nasehat, atau hanya dengan sikap dan perbuatan. Karena ada banyak orang berubah baik bukan karena mendengarkan ceramah, namun ia melihat dan meniru sikap orang lain yang diteladaninya. Wallaahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar